Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nur Syafriadi mengatakan masing-masing fraksi DPRD setempat akan menentukan sikap mengenai rencana pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak pada awal April mendatang.
"Badan Musyawarah DPRD telah memutuskan agar masing-masing fraksi di DPRD untuk menyatakan sikapnya terhadap rencana kenaikan bahan bakar minyak, usai menerima surat permintaan dari organisasi mahasiswa yang meminta DPRD secara lembaga menolak kenaikan bahan bakar minyak," kata Nur Syafriadi di Tanjungpinang, Rabu.
Nur mengatakan, secara lembaga DPRD belum bisa menyatakan sikap, namun secara politik masing-masing fraksi sudah diminta untuk menyatakan sikap terhadap rencana kenaikan bahan bakar minyak itu. "Rencananya pada Senin pekan depan keputusan masing-masing fraksi itu sudah ada," katanya. Namun, politisi Partai Golkar itu mengaku, khusus untuk Partai Golkar belum ada arahan dari pimpinan pusat untuk menyatakan sikap mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak itu. "Dari Partai Golkar sampai hari ini belum ada arahan, tidak tahu kalau besok atau lusa," ujarnya. Menurut dia, aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan buruh di Kepri, adalah perjuangan untuk kepentingan bersama."Mahasiswa atau buruh yang berunjuk rasa bukan musuh, tetapi mereka berjuang untuk masyarakat, bukan hanya nasib mereka yang mereka bela, tapi nasib masyarakat semua," tambahnya.Nur juga mengakui, yang paling banyak menikmati subsidi minyak adalah orang kaya, karena mempunyai mobil yang lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar minyak dibadingkan dengan masyarakat biasa yang menggunakan sepeda motor."Siapa yang paling banyak menerima bahan bakar bersubsidi, secara jujur adalah orang kaya," ujarnya.
Selain itu, menurut Nur, jika bahan bakar minyak naik dan harus ada perubahan anggaran untuk sejumlah proyek, pihaknya tidak mempermasalahkan, asal sesuai ketentuan."Tidak masalah dilakukan adendum jika anggaran kurang akibat harga satuan barang berubah, tapi harus sesuai mekanisme dan ada auditnya," ujar Nur. Namun dia berharap, proyek tersebut dijalankan terlebih dahulu, sebelum meminta tambahan anggaran jika memang terjadi kekurangan akibat naiknya harga satuan barang.