Hello! Comments Pictures Religious Comments Pictures

Minggu, 23 Oktober 2011

E-Commerce


I.                    PENDAHULUAN

E-commerce adalah aktifitas yang berhubungan langsung dengan perdagangan barang, jasa dan aktivitas bisnis
lain yang berkaitan, melalui media elektronik.
Untuk lebih memahami tentang e-commerce, maka berikut ini akan dibahas mengenai apa itu e-commerce, manfaat, kendala, tantangan dalam e-commerce, strategi perdagangannya, system antar organisasi, dan terakhir membahas tentang pertukaran data elektronik.


II.                  PEMBAHASAN

A.      Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.

E-Commerce dapat juga di definisikan dari beberapa perspektif, yaitu :
  • Komunikasi : Pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
  • Perdagangan : Penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa dan informasi melalui internet atau fasilitas online lainnya
  • Proses Bisnis : Menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis fisik dengan informasi
  • Layanan : Cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/ operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen.
  • Pembelajaran : sarana pendidikan dan pelatihan online untuk sekolah, universitas, dan organisasi lain termasuk perusahaan
  • Kolaborasi : Metode kolaborasi antar dan intra organisasi
  • Komunitas : tempat berkumpul bagi anggota suatu masyarakat untuk belajar, mencari informasi, melakukan transaksi dan berkolaborassi
    B. Kategori E- Commerce
  • Pure VS Partial EC, tergantung dari derajat digitasi : 
  1. Produk/ Jasa yang dijual
  2. Proses Bisnis
  3. Agen Penyalur (dengan digital intermediary)
  • Perusahaan Brick & Mortar yaitu perusahaan model "ekonomi lama" yang melakukan sebagian besar aktifitas bisnisnya secara manual, menjual produk fisik melalui agen penyalur fisik
  • Perusahaan Virtual (Pure-Play), semua aktifitas bisnis yang dilakukan secara online
  • Perusahaan Click & Mortar, melakukan aktifitas EC, tetapi aktifitas bisnis utama dilakukan didunia fisik
  • Pasar Elektronik (E- Marketplace), Pasar online dimana  pembeli dan penjual bertemu untuk bertukar produk, jasa, uang atau informasi
    C. Model bisnis dalam e-commerce
Business Model : Metode melakukan usaha yang dapat menghasilkan revenue bagi perusahaan untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
Tiga komponen utama :
  • Target konsumen dan potensinya
  • Modal persaingan : formula produk dan layanan
  • Profit yang dapat diperoleh
    D. Manfaat EC bagi perusahaan, konsumen dam masyarakat.
Manfaat bagi perusahaan :
  • Jangkauan global
  • Pengurangan biaya operasi
  • Perbaikan rantai pasokan
  • kustomisasi
  • Model bisnis baru
  • Spesialisasi vendor
  • Kecepatan time-to-market
  • Biaya komunikasi/ koordinasi lebih rendah
  • Efesiensi pengadaan
  • Meningkatkan hubungan dengan konsumen
  • Informasi yang up-to-date
  • Tidak harus membayar pajak/biaya usaha fisik
 Manfaat EC bagi konsumen :
  • "Dimana saja" dan "kapan saja" konsumen bisa menggunakannya
  • Lebih banyak pilihan produk dan jasa
  • Harga lebih murah
  • pengiriman/ penyampaian cepat
  • ketersediaan informasi
  • Kesempatan berpartisipasi
  • wahana komunitas elektronik
  • Personalisasi, sesuai selera
  • Tidak dikenakan pajak penjualan
Manfaat bagi masyarakat :
  • Memungkinkan telecommuting
  • Peningkatan kualitas hidup
  • kemudahan mendapatkan layanan umum.
     E. Hambatan dan tantangan EC
  • Keamanan
  • Kepercayaan dan resiko
  • SDM
  • Model bisnis
  • Budaya 
  • Otentikasi user dan belum tersedianya publickey infrastructure
  • Masalah organisasi
  • Penipuan
  • akses internet yang lambat
  • Permasalahan hukum/ legalitas
    F. Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik
  1. SISTEM ANTAR ORGANISASI (Interorganizatonal System-IOS). 
  2. PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK (Electronic Data Interchange – EDI). 
  3. EXTRANET. 
  4. TRANSFER DANA secara ELEKTRONIK (Electronic Fund Transfer – EFT).
 Sistem antar organisasi.
Merupakan,Suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai satu sistem tunggal.
·         Manfaat IOS (Intra Organizational system)
 Manfaat IOS di bagi menjadi dua yakni,secara langsung dan tidak langsung. Berikut ini adalah pengertian dari keduanya :
Manfaat secara langsung IOS :
Efisiensi komparatif, dapat menyediakan barang dan jasa lebih murah dari pesaing
·         Efisiensi internal, perbaikan-pebaikan dalam perusahaan.
·         Efisiensi antar-organisasi, perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerjasama dengan perusaahaan lain.
Kekuatan tawar menawar, kemampuan suatu perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan pemasok dan pelanggan yang menguntungkan dirinya. Kekuatan itu berasal dari tiga metode dasar:
·         Keistimewaan produk yang unik.
·         Penurunan biaya yang berhubungan dengan pencarian.
·         Peningkatan biaya peralihan.
Manfaat secara tidak langsung IOS :
·         Mengurangi kesalahan.
·         Mengurangi biaya.
·         Meningkatkan efisiensi operasional.
·         Meningkatkan kemampuan bersaing.
·         Meningkatkan hubungan dengan mitra dagang.
·         Meningkatkan pelayanan pelanggan.

Pertukaran data elektronik (EDI).
adalah pertukaran langsung dokumen-dokumen bisnis dari komputer ke komputer, seperti order pembelian dan order penjualan.

Hubungan EDI yang umum.
Membentuk kaitan antara perusahaan dan pemasoknya (supply side) dan kaitan antara perusahaan dengan pelanggan (customer side)
Set transaksi adalah suatu jenis dokumen tertentu seperti faktur.
EDI memungkinkan terjadinya Pengisian Kembali Persediaan oleh Penjual dan Transfer Dana secara Elektronik.

 Standar EDI.
Standar yang digunakan di Amerika Utara dinamakan ANSI ASC X12. Standar Internasional dinamakan EDIFACT.

Tingkat penerapan EDI.
Tiga tingkat penggunaan yang berbeda, yaitu :
1.  Pemakai tingkat satu, hanya satu atau dua set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang yang terbatas.
2.  Pemakai tingkat dua, banyak set transaksi yang ditransmisikan ke sejumlah mitra dagang, melampaui lini industri.
3.  Pemakai tingkat tiga, bukan Cuma banyak set transaksi yang ditransmisikan ke banyak mitra dagang, tetapi aplikasi computer perusahaan disesuaikan dengan pendekatan EDI.
Tujuan tingkat satu dan dua adalah mengubah dokumen kertas menjadi elektronik.
Pengaruh Penerapan EDI :
- Tekanan Pesaing.
- Kekuasaan yang dilaksanakan.
- Kebutuhan Intern.
- Dukungan manajemen puncak.

Manfaat EDI.
Pemanfaatan EDI di Indonesia nampaknya masih belum mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Masih sangat jarang yang memanfaatkan system ini sebagai salah satu komponen teknologi informasi. Definisi EDI sendiri ialah pertukaran data secara elektronik antar perusahaan dengan menggunakan format data standar yang telah disepakati bersama.
Dengan EDI ini perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan pertukaran data baik didalam internal organisasi ataupun dengan pihak stakeholder. Berikut ini ialah keuntungan yang akan didapatkan organisasi jika menerapkan EDI.
* Penghematan Biaya : Penghematan ini didapatkan karena dengan EDI tidak akan ada biaya kertas, tidak ada biaya penyimpanan dokumen kertas dan tidak akan ada biaya pengiriman dokumen kertas.
* Kecepatan : Kecepatan ini didapatkan karena dengan EDI leadtime pengiriman dokumen hanya kurang dari 1 menit.
* Keakuratan : EDI akan mampu menghasilkan tingkat akurasi tinggi karena tidak ada entry data ulang. Selain itu sistem EDI sudah dilengkapi dengan ECC (Error Correction Control) yang akan mengidentifikasi kesalahan dengan cepat sehingga dapat segera diperbaiki.
* Keamanan : Penggunaan enkripsi dokumen membuat dokumen hampir tidak bisa dipalsukan.
* Integrasi : Integrasi antar sistem dapat dilakukan dengan perantara EDI. Setiap unit didalam organisasi akan terintegrasi dengan adanya EDI didalamnya sehingga proses menjadi lebih efisien.

Teknologi perdagangan melalui jaringan elektronik.
Pilihan Teknologi :
1. Sambungan Langsung (direct connectivity), bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi.
2. Jaringan Bernilai Tambah ( value-added network), jaringan ini disediakan oleh penjual yang bukan hanya menyediakan sirkuit tetapi juga menyediakan banyak jasa yang diperlukan untuk menggunakan sirkuit itu bagi EDI.
3. Internet, memungkinkan suatu jaringan komunikasi global yang tidak hanya menghubungkan para mitra dagang tetapi juga mencakup para pelanggan.

      III. KESIMPULAN
.
Dapat disimpulkan bahwa E-Commerce tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sejak dahulu hingga sekarang dimana teknologi semakin dibutuhkan banyak orang. Banyak potensi dan manfaat yang ditimbulkan oleh e-commerce. selain itu juga terdapat isu-isu pentng dalam e-commerce seperti HCI, kepercayaan, pembayaran online, perlindungan terhadap properti intelektual dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengadopsian e-commerce disuatu Negara

IV.                DAFTAR PUSTAKA

 Heng, Michael S.H., 2003, “Understanding Electronical Commerce from a Historical Perspective”,
            Communications of the Association for Information System, Volume 12.ume 5, No. 1.
Influencing its Adoption”, Communications of the Association for Information System, Volume 15.

http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fronnyfch.files.wordpress.com%2F2008%2F04%2F02a-konsep-perencanaan-model-bisnis-e-commerce.ppt&rct=j&q=e-commerce%20ppt&ei=KjCZTvPALcrNrQfMqsSABA&usg=AFQjCNHuyfU4FKzwZYfSg97C7Pzm0jIKhA&cad=rja

Jumat, 14 Oktober 2011


PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
I.                    PENDAHULUAN
Dalam perusahaan informasi sangat dibutuhkan  dan berperan penting  bila suatu perusahaan tersebut berkembang dan maju. Informasi adalah hal penting yang sangat vital bagi perusahaan, biasanya hampir setiap perusahaan mengarsipkan informasi – informasi penting meskipun informasi itu sudah lama yang sebelumnya difilter dan disimpan sementara dalam arsip. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara detail bagaimana mengelola manajemen informasi yang baik didalam perusahaan yang sering disebut Sistem Manajemen Informasi.

II.                  PEMBAHASAN
PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI

Informasi merupakan salah satu sumber dasar yang ada bagi para manager dan memiliki nilai.
Informasi mempunyai nilai karena informasi akan memberikan sumber yang nyata dan akan lebih berperan bila suatu perusahaan kemudian bertambah besar.
Informasi :
Salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager
untuk mengendalikan organisasi tersebut dalam mencapai suatu tujuan.
Kebutuhan informasi didasarkan pada :
  • Kegiatan bisnis yang semakin kompleks
  • Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Manajemen Informasi
Manajemen Informasi sebagai sumber mempunyai pola yang sama, dimana tugas manajer pada
Manajemen Informasi adalah sebagai berikut;
  • Bertanggung jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memproses menjadi informasi yang dapat digunakan
  • Menentukan orang – orang dalam perusahaan supaya dapat menerima informasi dengan bentuk yang tepat, pada saat yang tepat pula sehingga informasi dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen
  • Membuang informasi yang kuno, tidak lengkap dan salah serta mengganti dengan informasi yang dapat digunakan
Kepentingan Manajemen Informasi
Kebutuhan akan manajemen informasi disebabkan oleh :
1.         Meningkatnya kompleksitas tugas manajemen
Hal ini disebabkan oleh karena :
a.        Pengaruh ekonomi internasional,
Semua perusahaan tidak dapat lepas dari pengaruh sistem perekonomian dunia saat
ini. Misalnya fluktuasi nilai tukar mata uang yang berubah dengan cepat
b.      Perkembangan teknologi dunia yang semakin pesat
Kemampuan seorang mengirim informasi dalam hitungan detik melalui satelit,
modem, fax, dsb. Peran manusia yang sudah mudah berkurang akibat modernisasi
pabrik dengan penggunaan robot.
c.       Semakin sempitnya kerangka waktu bagi para manajer untuk mengambil keputusan
Kemampuan manajer dalam mengambil keputusan dalam waktu yang sempit dan
ketat sangat dibutuhkan akibat persaingan dunia usaha yang juga semakin ketat.

2.       Keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik.
Karena tugas manajer yang semakin kompleks maka usaha untuk meningkatkan efektifitas
dalam pemecahan masalah dengan menggunakan teknik kwantitatif dan peralatan elektronik.
Misal: Seorang manajer produksi SAMPOERNA yang dapat melakukan analisis hasil produksi
rokok melalui sebuah Personal Digital Assistan ketika melakukan penerbangan dari luar negri.
Lima bentuk sumber yang dikelola oleh seorang manajer adalah :
1. Manusia
2. Material
3. Mesin termasuk fasilitas dan energi
4. Keuangan
5. Informasi termasuk data
  
Peranan manajerian menurut Mintzberg adalah :
1.        Peran antar pribadi (Interpersonal roles)
  •  Pemimpin (Leader) yang mampu menyediakan motivasi
  •   Berpenampilan tinggi (Figure head), Melaksanakan tugas seremonial
  • Mampu berhubungan dengan orang lain (Laison), menjalin hubungan dengan orang yang berada diluar unit
2.       Peran informasional (Informational roles)
  • Pemonitor (Monitor), Mencari informasi dan mengamati aktivitas yang ada
  • Menyampaikan informasi (Disseminator)
  • Juru bicara (Spokesperson)
3.       Peran pengambil keputusan (Decesition maker roles)
  • Wiraswasta (Enterpreneur) membuat perbaikan
  • Menangani gangguan (Disturbance Handler) dengan bereaksi terhadap kejadian yang tidak diduga
  • Pembagi sumber (Resource allocator)
  • Tawar – menawar (Negotiator)

Sistem :
Sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan.
Dalam sebuah system terdapat :
1.         Kelompok elemen, Sebuah sistem memiliki lebih dari satu elemen. Contoh : Batu cadas menjadi tembok
2.        Elemen terpadu, Semua elemen dari suatu sistem harus mempunyai beberapa hubungan yang logis. Contoh : Sepeda
3.        Maksud bersama untuk mencapai tujuan
Dirancang untuk mencapai satu tujuan atau lebih. Semua elemen bekerja untuk mencapai tujuan
sistem dan bukan untuk masing elemen tersebut. Contoh : Pelayanan di suatu kantor

Beberapa tahapan dalam pendekatan sistem
Langkah 1 : Usaha Persiapan (preparation effort)
ü  Pandangan organisasi sebagai satu system
ü  Mengenali sistem lingkungan
ü  Mengidentifikasiakan subsistem organisasi
Langkah 2 : Usaha definisi (definition effort)
ü  Proses sistem ke tingkat subsistem
ü  Analisis sistem sesuai urutan tertenttu
Langkah 3 : Usaha solusi (solution effort)
ü  Mengidentifikasi alternatif solusi
ü  Evaluasi alternatif solusi
ü  Pemilihan alternatif terbaik
ü  Implementasi solusi
ü  Tindak lanjut kepastian solusi yang efektif

Elemen Sistem
aa) Sistem  cloosed loop terdiri dari 3 elemen kontrol yaitu : elemen objektif, mekanisme kontrol dan feedback loop. Disini mekanisme pengendalian akan berfungsi untuk memantau proses transformasi serta untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut telah memenuhi tujuannya.
bb) Sistem Open Loop
       Dalam hal ini tidak ada cara dalam mengendalikan outputnya
c c) Sistem Fisik
       Terdiri dari sumber fisik, misalnya : sistem komputer
dd) Sistem Konseptual


       Menggunakan sumber-sumber konsepsi/ fisik, misalnya data dan informasi yang disimpan dalam computer. 
Data :
Adalah gambaran / fakta secara relative belum berarti bagi penerimanya. Contohnya : Jam kerja
Informasi :
Adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti
Evolusi Sistem Informasi Brebasis Komputer :
1.        Sistem Informasi Akuntansi
2.       Sistem Informasi Manajemen
3.       Sistem Pendukung Keputusan
4.      Otomatisasi Kantor
5.       Sistem Pakar

III.                KESIMPULAN
Pentingnya pengenalan Sistem Manajemen Informasi sebelum kita mengaplikasikannya. Dengan pengenalan yang kami jelaskan diatas diharapkan pengguna atau user dapat lebih mengerti dan memahami konsep maupun aplikasi yang dijalankan.

IV.                DAFTAR PUSTAKA
Indrajit, Eko. R. 2006. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi.
Elex Media Komputindo.
Mcleod, Raymond, Jr. 2006. Management Information Systems. Edisi
Kedelapan. Prentice Hall.

Selasa, 24 Mei 2011

Sumbangan Komunikasi dan Tahapan proses pengambilan keputusan

1. Jelaskan sumbangan komunikasi terhadap tercapainya koordinasi dalam suatu organisasi?
Komunikasi dalam sebuah organisasi sangatlah penting dan perlu. Karena komunikasi berfungsi untuk mengkoordinasi setiap orang yang ada di dalam sebuah organisasi. Komunikasi juga digunakan untuk menyampaikan tujuan dari sebuah organisasi, dan menetapkan garis komando baik secara vertikal maupun horizontal. Dengan komunikasi yang terjalin antara atasan dan bawahan, dan bawahan dengan bawahan, maka koordinasi dalam sebuah organisasi akan tercapai dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Sebutkan dan beri penjelasan dengan singkat tahap-tahap proses pengambilan keputusan dalam organisasi?
a. Intelligence : Pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.

b. Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.

c. Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yg disediakan.

d. Implementation : Tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.

Sumber :
d_ikasari.staff.gunadarma.ac.id/.../konsep+pengambilan+keputusan.doc
http://thekicker96.wordpress.com/proses-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi/

Di Tulis oleh : Sri Suryaningsih

Jumat, 01 April 2011

Pengertian Tata Kerja, Prosedur Kerja, Sistem Kerja dan contohnya

1. PENGERTIAN TATA KERJA, PROSEDUR KERJA, SISTEM KERJA DAN CONTOHNYA

Tata kerja adalah cara-cara melaksanakan kerja yang seefisien mungkin mengenai sesuatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia.

Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan.

Sistem kerja adalah rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk satu kebulatan pola dalam rangka melaksanakan satu pekerjaan.


Contohnya :
- Stabilitas : maksudnya bahwa system, tata, dan prosedur kerja itu harus
mengandung unsur tetap sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan
kerja.

- Fleksibilitas : artinya bahwa dalam pelaksanaanya tidak kaku tetapi harus
luwes yaitu masih memungkinkan diadakannya saling pergantian
tugas.

- Salah seoerang tidak masuk atau kebetulan salah satu mesin macet, maka pekerjaan harus tetap dapat terlaksana dan diselesaikan.

2. ANALISA JABATAN, JOB DESCRIPTION, DAN JOB SPESIFICATION

- Analisa Jabatan
Analisa jabatan adalah suatu proses pemahaman yang mendalam tentang isi
dan karakteristik suatu jabatan. Uraian jabatan ( job description) pada
prinsipnya merupakan produk utama dari studi analisa jabatan.

- Job Description dan Job Requirement / Job Specification
Persyaratan jabatan merupakan hasil sampingan dari studi analisa jabatan dan
terpisah dari uraian jabatan sebagai produk utama analisa jabatan.
Isi dari jabatan uraian jabatan merupakan informasi tentang suatu jabatan
yang membedakannya dengan jabatan lainnya. Ciri khas uraian jabatan adalah
menggambarkan apa, mengapa, bagiamana, dan kapan / dimana jabatantersebut
ditempatkan dan dilaksanakan.

- Job Requirment / Job Specification merupakan persyaratan utama
dari seseorang pemangku jabatan (job holder) untuk menduduki jabatan
tersebut.
Sedangkan isi dari persyaratan jabatan biasanya terdiri dari Pendidikan
Formal,Pengalaman Kerja, pelatihan, Persyaratan Fisik, Persyaratan
Psikologis, kemampuan khusus.

Selasa, 02 November 2010

PERENCANAAN DALAM ORGANISASI

I. Pengertian perencanaan dalam organisasi
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain, pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

II. Batasan Perencanaan
ada 4 batasan yang ada dalam organisasi yaitu:
1. Batas vertikal : yaitu batas-bata antara tingkat atau jenjang manajer dalam
organisasi, sehingga memisahkan antara pemimpin dan pengelola dengan yang
dipimpin dan yang dikelola.
2. Batas Horizontal: Batas-batas antarfungsi dan antardisiplin
3. Batas Eksternal : Batas-batas antara organisasi dengan pemasok, costumer, mitra
bisnis, dan badan pengatur.
4. Batas geografis : yaitu batas-batas antara bangsa, kultur, dan pasar.

III. Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.

IV. Proses Perencanaan
PROSES PERENCANAAN meliputi :
1. Menentukan tujuan perencanaan
2. Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan
3. Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang
4. Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
5. Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya
6. Seleksi sasaran
7. Penilaian dampak lingkungan
8. Mengadakan ramalan tentang perubahan
9. Evaluasi kekuatan internal perusahaan
10.Mempertimbangkan berbagai alternatif tindakan bersama resiko dan imbalannya
11.Pilihan alternatif terbaik
12.Penentuan program spesifik, rencana dan prosedur pelaksanaan
13.Evaluasi bersama hasil dan akibat perencanaan dalam rangka mengambil tindakan
perbaikan dan mengadakan perubahan sesuai dengan apa yang ditetapkan.

V. Siapa Yang Membuat Perencanaan???
Umumnya yaitu seorang:
Manajer
Wirausahawan
Konsultan

VI. TIPE PERENCANAAN
Meliputi :
Meliputi :
1. Perencanaan Jangka pendek (Short Range Plans)& Perencanaan Jangka panjang
(Long Range Plans)
Jangka Pendek : Perencanaan untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang Menengah : 1 s/d 2 tahun, Panjang : Jangka waktu 5 tahun atau lebih

2. Perencanaan Strategi
Kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah diarahkan.

3. Perencanaan Operasional
kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.

4. Perencanaan Tetap
Digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus menerus)
Tertuang dalam : Kebijaksanaan Organisasional , Prosedur dan Peraturan Kebijaksanaan
Perencanaan tetap yang mengkomunikasikan pengarahan yang luas untuk membuat berbagai keputusan dan melaksanakan tindakan. Misalnya : Penyewaan karyawan, Pemberhentian sementara

5. Perencanaan Sekali Pakai
Perencanaan sekali pakai (single-use plans)
Digunakan hanya sekali untuk situasi yang unik contohnya : anggaran, jadwal proyek dan daya